Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan bahwa informasi tentang ledakan di area tambang emas mereka di Bogor, Jawa Barat, yang sempat viral di media sosial adalah hoaks atau kabar bohong. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak perusahaan untuk meluruskan kekhawatiran yang sempat muncul di masyarakat.

Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menjelaskan bahwa video yang beredar—yang diklaim sebagai bukti ledakan dan kondisi membahayakan—sebenarnya merupakan dokumentasi dari penanganan teknis rutin di area tambang bawah tanah, bukan kejadian darurat. Proses itu melibatkan pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja sesuai prosedur keselamatan perusahaan.

Antam memastikan bahwa tidak ada ledakan, tidak ada korban terjebak di dalam tambang, dan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan normal dan terkendali sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku. Perseroan juga menegaskan tidak ada insiden yang berdampak pada keselamatan karyawan maupun lingkungan sekitar.

Pemerintah daerah dan aparat terkait, termasuk pihak kepolisian dan pemerintah Kabupaten Bogor, turut memastikan bahwa isu tentang ratusan korban yang terjebak atau mengalami paparan berbahaya adalah tidak benar. Mereka meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Antam mengimbau masyarakat untuk mengacu pada sumber informasi resmi dari perusahaan atau pihak berwenang sebelum menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan kebingungan atau kepanikan.

Bagikan ke: